Posts

Showing posts with the label menulis

Membincang Orhan Pamuk, Sang "Pelukis Gagal"

Image
Minggu sore, 23 Mei 2021, saya diundang untuk ikut berbincang seputar penulis dan bukunya di kanal YouTube milik  Irwan Syahrir .  "Tidak ada skrip, tidak ada narasumber, kita ingin mengobrol santai tentang hal-hal yang kita sukai, dan berharap kanal ini tumbuh secara organik menemukan audiensnya lewat kesenangan bersama," jelas Irwan ketika mengajak saya untuk bergabung di salah satu episode. 

Mengapa Menerjemahkan

Image
Edisi Indonesi terbitan Yayasan Obor, 2019 Tahun lalu, saya mendapatkan dua jilid Don Quijote persis pada hari ulang tahun. Hadiah yang menyenangkan, karena inilah pertama kali buku tersebut terbit dalam versi utuh berbahasa Indonesia. Gunawan Mohamad menyebut penerbitannya sebagai satu dari “dua hal yang bersejarah dalam dunia sastra dan seni kita” pada 2019. Sebelumnya novel karya Miguel de Cervantes ini dalam bahasa Indonesia hanya tersedia dalam bentuk ringkas untuk anak-anak. Yayasan Obor yang menerbitkan terjemahannya dari edisi pertama dan meluncurkannya pada Juli 2019 dalam dua jilid masing-masing setebal 400-an halaman. Ini sebuah kerja luar biasa, mengingat novel klasik dengan ketebalan hampir seribu halaman ini terbit pertama kali di Spanyol pada 1605. Tentunya bahasa Spanyol empat abad silam itu sangat berbeda dari yang sekarang, pasti banyak kata dan istilah yang perlu dirujuk maknanya kembali. Saya salut dengan upaya penerjemahnya, Apsanti Djokosusanto. Pada kata penganta

Pembaca dan Peminum Teh

Image
  Kassian Cephas. Yogyakarta, 1880.  Tak ada sebiji perabot pun di ruangan itu. Hanya selembar tikar tergelar di lantai. Di atasnya terhidang teko berisi teh hangat. Beberapa buku di rak sudut. Aku pernah ke sini lima tahun silam. Keadaannya tak jauh beda dengan sekarang. Hanya tambahan tirai pembatas ke ruang dalam. Pastilah Amir lebih butuh privasi kini, setelah dia punya istri dan di desa ini terkenal sebagai guru yang sering didatangi orang. Istrinya, Hafsah, konon adalah anak pertama kepala kampung tetangga. Aku belum pernah bertemu dengannya setelah dia menikah. Tuan rumah sedang ke luar. Kami menunggu, duduk bersila di atas tikar. Tak ada yang bisa dilakukan. Perjalanan ke sini telah membuat kami lelah. Lima jam berjalan kaki, berganti becak, lalu berjalan kaki lagi. Hampir menghabiskan waktu seharian. Kalau bukan undangan yang tampaknya penting ini, takkan kami bersusah payah datang. Kami menyilakan diri sendiri. Membuka bekal perjalanan dari rumah yang tinggal sedikit. Rasanya

Tiru Sang Master

Image
Anak-anak belajar dengan meniru. Karena itu, orangtua selalu diingatkan untuk memberikan contoh yang baik. Anak-anak cepat sekali menduplikasi perilaku yang dilihatnya dan segera mengasimilasinya menjadi kebiasaan dan akhirnya  karakter yang melekat pada  dirinya. Meniru adalah cara belajar yang ampuh. Diawali dengan contoh, coba sendiri berulang kali. Sering kita mendengar saran ini. Bisa diterapkan untuk belajar apa saja hal yang baru. Tindakan yang berulang lama-lama akan menjadi kebiasaan dan keterampilan baru. Raymond Chandler dicontohkan sebagai penulis yang mulai belajar dengan mencontoh gaya penulis yang sudah terkenal. Dia menulis ulang novel misteri dari pengarang yang dikaguminya untuk mempelajari gaya mereka selama berbulan-bulan tanpa niat untuk menerbitkannya. Raymond selanjutnya dikenal sebagai salah seorang penulis novel detektif dan misteri terbaik Amerika. Haruki Murakami juga mengambil jalan yang sama. Dia melakukannya dengan cara menerjemahkan novel dari para pengar