Postingan

Menampilkan postingan dengan label misc

Menambah Nama

Gambar
Sedikit berbagi cerita tentang berurusan dengan kantor imigrasi untuk keperluan menambah suku nama. Nama saya hanya terdiri atas dua kata. Sejak dulu tidak jadi masalah. Nama yang dua kata itu sudah saya gunakan untuk segala urusan: catatan sipil, dokumen perjalanan, ijazah atau surat perjanjian apa pun. Jadi saya agak kaget ketika diminta untuk menambah satu kata pada nama saya agar bisa mendapatkan visa Saudi Arabia untuk keperluan umrah/haji. Ternyata pemerintah Saudi menetapkan persyaratan nama minimal terdiri atas tiga kata untuk mendapatkan izin masuk ke negara itu. Entah apa masalahnya dengan nama yang hanya dua suku kata, mungkin untuk memudahkan identifikasi silsilah karena suku nama terakhir wajib mengambil dari nama ayah atau kakek. Proses penambahan nama bisa dititipkan ke biro travel umrah/haji, dengan biaya  tambahan Rp 200,000. Tapi banyak referensi dari blogger yang membagi pengalaman pribadi mereka mengatakan biayanya hanya Rp 12.000 untuk membeli dua lembar mat

Orkestra suatu siang

Suatu siang. Terik membawa langkahku mencari keteduhan. Deretan bangku kosong di sebuah taman. Tak ada sesiapa di sana. Hanya jejak-jejak langkah di atas pasir, mungkin seorang anak, seekor anjing dan beberapa ayam. Aroma kegembiraan serasa masih mengambang di udara. Riuh rendah sorak anak-anak bergembira, kicau burung, dan suara kita bercengkerama. Tersimpan abadi di rekaman masa, datang kembali bersama suasana. Aku menghirupnya dalam-dalam, memenuhi rongga dada dengan kesegarannya. Kapan itu, kukira sudah cukup lama. Namun tak layu juga. Barangkali sudah dua minggu berlalu. Aku tak begitu ingat. Dari kejauhan alunan Concerto Grosso No. 5 terdengar riang. Siang di waktu yang lalu itu, musik yang sama terbawa angin. Tak jelas dari arah mana. Terngiang kalimat yang kamu ucapkan saat itu, “Vivaldi pasti sedang menghapus jejak sedihnya saat mencipta lagu itu.” “Ngarang,” kubilang. “Memang.” Lalu kita diam. Delapan menit, sampai alun musik berakhir. Sebenarnya tak bisa benar-ben

Senyum yang tak dimengerti

Apakah setiap orang punya kerinduan untuk menyendiri, berada di keheningan layaknya dalam rahim ibu? Demikian seorang teman menulis pada pengantar di blognya. Kalimat itu terlintas dalam pikiranku malam ini, ketika suara-suara begitu riuh menyesaki sebuah ruang sempit dan tiba-tiba aku merasa seperti tersedot sebuah pusaran keheningan. Tak jelas di mana letaknya, tempat yang begitu nyaman itu. Dan sebuah suara lembut menyapa menghadirkan pulsa-pulsa ketenteraman. Sekian detik saja tentunya, tapi kedalamannya tak terukur oleh waktu. Sekian detik yang menimbulkan dorongan untuk tersenyum dari dalam. Aku mendongakkan kepala. Seorang tak dikenal melihatku tersenyum ke arahnya. Tak kusengaja tentu saja, namun sayangnya itu malah membuatnya mengerutkan dahi. Maaf. "Terserap dalam pusaran keheningan di tengah keriuhan, maaf jika senyumku tak kau mengerti."

Algoritma Kebugaran

Gambar
Saran-saran tentang diet dan kebugaran terkadang sangat beragam dan bertele-tele, sulit untuk menemukan satu yang mudah untuk diikuti, yang tidak terasa memberatkan untuk dipraktekkan. Memang sebenarnya, apa pun saran yang diberikan, kuncinya terletak pada konsistensi kita sendiri. Tapi mau mengikuti saran yang mana? Akhirnya aku menemukan satu penulis yang bisa menguraikan soal diet dan kebugaran dengan cara yang mudah dimengerti, langsung, tegas: Adam Gilbert di mybodytutor.com. Dia bilang sederhana saja: Kebugaran menyangkut tiga hal saja. Makan yang benar. Olahraga. Dan melakukan keduanya dengan konsisten! Dia tidak bicara soal gizi, kalori, jenis olahraga, dst. Mungkin dia menyerahkan soal itu pada keputusan kita sendiri, tidak diuraikan rinci dalam saran-sarannya. Baiklah, ini dia. Food: 1. Eat every 3-4 hours. By doing this you’ll keep your blood sugar stable which is the key and also turn your body into a fat burning machine. Think of your metabolism like a camp fire. If

Abandoned Garden

Gambar
Hari ini taman hatiku lengang, senyap. Lirik dari lagu Michael Franks ini sangat mewakili suasananya. Mengiringi aku bekerja sedari tadi: In your abandoned garden, sunlight still prevails: The jasmine climbs the trellis fragrantly, the jacaranda ultravioletly sways. The blossom, each of them by your hand planted, will, even if I tell them of your sudden disappearance from us, not believe the tale. Though the samba has ended, I know in the sound Of your voice, your piano, your flute, you are found, And the music within you continues to flow Sadly, lost Antonio. You were my inspiration, my hero, my friend; On the highway of time will I meet you again? If the heart ever heals, does the scar always show For the lost Antonio? For the lost Antonio? In your abandoned garden, beauty is unchanged: The hummingbird still hovers for the scent the frangipane so seductively displays. Camellias, each of them by your hand planted, The sadness of your sudden disappearance still unknown to them, A

Indeksomania

Ini istilah yang baru kujumpai dalam naskah yang sedang aku kerjakan. Mungkin ini bukan istilah yang benar-benar ada, hanya rekaan pengarangnya. Dia mengajukan ini sebagai sebutan untuk orang yang terobsesi untuk mengumpulkan dokumentasi tentang segala hal semua subjek yang ada di dunia. Billy Kwan salah satu tokoh dalam buku The Year of Living Dangerously, seorang manusia cebol yang bekerja sebagai jurukamera lepas untuk wartawan ABS, menyimpan di lemari arsipnya banyak file dalam map manila yang dijuduli berbagai subjek. Dia menyimpan file tentang semua temannya, semua tokoh politik Indonesia tahun 1965-an. Apakah ada satu kata untuk obsesi mendokumentasi? Indeksomania, mungkin? Itulah obsesi utama Billy—seolah-olah dia ingin mendokumentasikan dunia. ...dari etnologi hingga kota-kota, dari psikologi abnormal hingga Zen. (h. 100)