Posts

Menjumpai yang Sublim

Image
Musim hujan tiba. Ada saat-saat mendebarkan dalam musim hujan, yang saya tunggu dengan cemas-harap. Ketika awan gelap menggantung di langit, diiringi suara petir menggelegar, kemudian tiba-tiba udara dingin dan gelap, lalu turun hujan lebat disertai angin kencang. Jendela kaca bergetar, butiran hujan jatuh deras menghantam atap dan kaca jendela.

Untuk beberapa saat pertama rasanya tak ada hal yang lebih penting untuk dilakukan. Kita terdiam, menatap keluar jendela. Muncul rasa syukur jika kita saat itu berada di tempat aman. Sambil mencemaskan mereka yang terancam banjir, tersambar petir, terjebak dalam perjalanan yang terpaksa terhenti oleh hujan.

Hidup di dalam kota, jauh dari bentang alam terbuka, sehari-hari berada di tengah jejeran bangunan dan kendaraan di jalanan, hujan badai membuat kita sejenak berjumpa dengan keliaran alam. Sebagaimana melihat langit malam membuat kita merasakan keagungan semesta, di hadapan hal-hal semacam itu, kita serasa menciut, mengecil, tak berdaya. Di…

Hari Buku Foto Sedunia 2020

Image
Tanggal 14 Oktober diperingati sebagai Hari Buku Foto Dunia, terkait penerbitan karya Anna Atkins "Photographs of British Algae: Cyanotype Impressions" pada 1843, yang disebut sebagai buku fotografi pertama yang pernah dibuat. Tahun ini adalah perayaan ke-177 tahun sejak buku tersebut dikoleksi oleh British Museum. Katalog British Library untuk buku ini mencantumkan deskripsi:"Buku pertama dengan ilustrasi fotografis cyanotype ini merupakan salah satu batu loncatan terpenting dalam perkembangan sejarah fotografi."
Bagi saya buku foto, sebagaimana buku-buku lainnya, adalah medium untuk menjangkau emosi yang tersimpan di dalam diri. Lewat buku foto, emosi itu terbangkitkan melalui apa yang terlihat di mata. Jika narasi dalam novel membangkitkan kepekaan melalui alur cerita dan keindahan verbal, narasi dalam buku foto terbangun melalui rekaman momen, ekspresi, urutan gambar. Tak perlu banyak kata. Kedalaman makna tercapai dalam cara yang berbeda.Di antara buku foto ter…

Dilema Schadenfreude

Image
Di masa pandemik ini, sering kita dengar ada orang-orang yang tidak percaya keberadaan virus Corona. Mereka mengatakan Covid-19 itu hoax, konspirasi dunia kesehatan untuk mengambil keuntungan, dan pemerintah bereaksi berlebihan. Orang-orang ini tak mau mengikuti protokol kesehatan untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Tapi tak jarang begitu dites usap, di antara mereka ada yang terbukti positif. Setelah itu pun sebagian mereka masih tetap bersikeras, itu bukan karena virus corona. Warganet menyikapi kabar semacam ini dengan bersikap "syukurin, rasain".
Pemuncak dari kelompok penyangkal ini tak lain adalah presiden AS sendiri, Donald Trump yang beberapa hari lalu baru dinyatakan positif Covid-19. Berita itu seperti ledakan bom yang mengejutkan seluruh dunia dan menimbulkan berbagai macam reaksi dari simpati hingga rasa puas, lantaran begitu bombastisnya selama ini penyangkalan Trump.

Sebagian orang terang-terangan mengatakan Trump tak pantas mendapa…

Nengsih: Kisah Lara dari Cimenyan

Image
Nama saya Nengsih.Umur 27 tahun. Saya sedang pusing dengan sebuah masalah. Anak pertama saya, Desi, sebentar lagi berusia sama seperti saya ketika pertama kali dikawinkan. Ya, kini dia 12 tahun. Dia tampak makin cantik. Sekarang sudah pintar berdandan. Tidak lagi kucel dan kumal seperti waktu masih kecil. Dulu saya memang tak sempat merawat anak-anak dengan baik.Pagi-pagi sebelum mereka bangun, saya sudah harus pergi keluar rumah mencari rumput untuk makanan ternak. Kami sekeluarga bekerja merumput domba milik orang lain yang menitipkan dan dari situ kami mendapatkan bagi hasil. Saya harus mengurus domba, karena kalau tidak, dombanya bisa sakit dan kurus. Hanya itu yang bisa saya lakukan untuk mencari nafkah sejak saya ditinggal suami.


Dulu sebelum tahun 2018, saat bersama suami, penghasilannya juga tidak mencukupi sehingga saya harus merumput dari pagi hingga sore hari. Begitu suami pergi saya semakin kesulitan. Anak-anak semakin tak terurus.Pagi-pagi harus pergi bekerja, saya tak sem…

FOBO: Lumpuh dalam Kelimpahan Pilihan

Image
Hari-hari ini saya sedang berusaha mencari hadiah ulang tahun untuk anak sulung saya yang bulan depan berusia dua puluh. Dalam keterbatasan pergerakan saat ini, andalan saya adalah toko online. Saya berharap dengan mengetikkan kata kunci tumbler atau headset di kotak pencarian Shopee atau Lazada, urusan bisa selesai dengan cepat.

Tapi rupanya tak semudah itu. Shopee menampilkan 100 halaman hasil pencarian dengan masing-masing halaman berisi 50 jenis tumbler. Lazada menyebutkan ada 1.688.191 barang ditemukan untuk "headset". Oh, baiklah.

Ada ribuan bahkan jutaan pilihan yang muncul untuk setiap barang yang saya cari, dengan beragam variasi warna, bentuk, harga, ukuran, fungsi, lokasi penjual. Untuk headset ada pula pilihan gaming, bluetooth, full bass dan macam-macam lagi. Belum lagi berhadapan dengan aneka ragam merek dan rekomendasi dari para reviewer.

Terlalu banyak variasi, terlalu banyak pilihan, perlu lebih banyak waktu untuk menentukan mau pilih yang mana. Jadi, saya…