Posts

Menghargai Pengarang

Image
Dalam novel 1Q84 kita melihat bagaimana peran editor mempersiapkan seorang penulis muda bernama Fuka-Eri. Naskah Air Chrysalis karya Fuka-Eri dinilainya layak untuk mendapatkan penghargaan untuk penulis muda di Jepang. Komatsu, sang editor, mencarikan ghost writer yang dapat melakukan revisi total atas karya asli Fuka-Eri. Mungkin saja dalam realita, ada upaya revisi anonim semacam itu demi mendapatkan penghargaan sastra di Jepang. Meskipun jika dibandingkan dengan negara lain, Jepang termasuk negara yang memiliki sangat banyak penghargaan untuk pengarang.
Haruki Murakami suatu kali pernah menyebut Pinbal 1973, novelnya yang kedua, sebagai sebuah novel yang lemah, padahal novel ini meraih penghargaan Shinjin Bungaku Prize (penghargaan untuk pengarang baru) pada 1974.

Murakami dengan gampang menepiskan pencapaian itu sebagai sesuatu yang luar biasa.  "Ada sangat banyak jenis penghargaan untuk penulis di Jepang," katanya dalam sebuah wawancara dengan NY Times. "Seorang pe…

Dua Bulan di Langit 1Q84

Image
Berbagai hal fantastis terjadi di dalam novel-novel Murakami. Laki-laki yang bisa bicara dengan kucing dalam Kafka on the Shore; dunia paralel dalam cermin dalam After Dark; Orang Kecil yang seperti tentara mungil berkemampuan magis dan ada dua bulan di langit pada suatu tahun fiktif dalam 1Q84.

Mungkin itu yang membuat penggemarnya ketagihan. Murakami tahu persis, orang membaca novel untuk jeda sejenak dari kejenuhan dunia nyata, berkelana ke ranah yang bisa menguapkan jenuh menjadi kesegaran baru, memberimu sejenak rasa menjadi orang lain dengan pengalaman lain.

Namun sesungguhnya dunia yang dibangun Murakami dalam novelnya tidak pernah sederhana. Bahkan ketika premis cerita pada intinya sesuatu yang klasik semacam pertautan kasih yang kembali tumbuh di antara dua teman lama yang telah terpisah puluhan tahun.

Demikianlah yang kita temukan dalam novel babonnya 1Q84. Dua tokoh utama dalam novel ini, Aomame dan Tengo Kawana, pada awalnya muncul dalam plot yang terpisah jauh. Kita mengi…

Apa Arti Hari Buku Nasional?

Image
Hari ini, tak perlulah kita mengulang lagi lagu lama tentang rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Kita semua sudah mafhum itu. Data-data statistik yang selalu dikutip pun kita sudah hafal di luar kepala. Peringkat 60 dari 61 negara, hanya satu tingkat di atas Botswana, urutan ke 64 dari 65, hanya 1 di antara 1000 orang penduduk. Ini klise yang menghasilkan gambar pudar.

Kenyataannya, dalam tingkat minat baca yang demikianlah dunia penerbitan dan perbukuan kita bertumbuh. Dengan susah payah. Tahun demi tahun. Di tengah sedikitnya orang-orang yang mau membaca, buku-buku tetap dibeli. Penulis-penulis baru terus bermunculan. Puisi-puisi masih diperbincangkan. Nama-nama penulis lama dan baru melesat bergantian menjadi bintang. Buku-buku bestseller dunia tetap diterjemahkan.

Ini patut disyukuri, sekaligus disesali.

Yang ingin kita syukuri adalah, literasi bangsa ini nyatanya ditopang oleh kerja orang-orang yang punya kegairahan dan kecintaan tinggi terhadap buku. Tak mendapat dukungan …

Memilih Buku untuk Batita

Image
Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda-beda. Tapi semua teori psikologi perkembangan sepakat bahwa usia 1-3 tahun adalah masa keemasan pertumbuhan anak. Periode ini adalah masa ketika anak bertumbuh sangat cepat.Begitu banyak pembelajaran dan perkembangan yang terjadi dalam tiga tahun pertama, sehingga ini merupakan kesempatan terbaik bagi orang tua untuk memberikan stimulus bagi si kecil.Memperkenalkan buku yang tepat adalah salah satu cara pemberian stimulus positif bagi tumbuh-kembang bayi. Ada kriteria khusus bagi buku yang tepat untuk digunakan pada bayi usia 1-3 tahun dari segi konten, bahasa, dan desain: -Konten: Buku dengan gambar yang besar atau berwarna cerah, ilustrasi yang jelas dengan latar belakang kontras. Buku yang memiliki gambar yang sederhana, satu gambar per halaman. Buku dengan gambar sederhana tentang benda dan aktivitas yang biasa dikenali.- Bahasa: Bayi suka melihat buku tanpa teks, atau hanya dengan satu kata mendampingi satu gambar besar. Ketika anak…

Tips Membimbing Anak Belajar di Rumah

Image
Ketika sekolah-sekolah terpaksa diliburkan demi menghentikan persebaran virus Corona seperti sekarang ini, orangtua dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan belajar anak. Ternyata ini tidak mudah. Berbagai meme lucu yang sempat menyebar di media sosial belakangan ini, meski bernada kelakar, sesungguhnya menunjukkan persoalan nyata yang dihadapi banyak orangtua: kebingungan dan ketidakmampuan untuk membimbing anak belajar di rumah.

Salah satu meme itu memperlihatkan dua anak sedang mengobrol. Anak pertama bertanya, "Gimana rasanya belajar di rumah?" yang dijawab oleh temannya dengan mengatakan, "Aku tak sanggup lagi. Mamaku lebih galak dari ibu guru di sekolah.. Bawaannya marah-marah melulu!"

Orangtua merasa kewalahan dalam membantu anak memahami pelajaran, ini ditambah lagi dengan soal kegagapan dalam menggunakan teknologi dan aplikasi untuk pembelajaran online, seperti Google Classroom, Ruangguru, Quizziz, Brainy, dan lain-…

Dukung Kampanye #BooksAreEssential

Image
Hari Buku Dunia tahun ini diperingati dalam suasana yang tidak biasa. Industri buku, sebagaimana berbagai bidang lainnya, berada di bawah tekanan masalah akibat pandemik virus corona. Toko-toko buku dan sekolah tutup, kegiatan membaca dan membeli buku harus kreatif mencari cara-cara baru untuk terus bertahan. 
Dalam keadaan ini, majalah Publishers Weekly dalam edisi 20 April 2020 meluncurkan kampanye media sosial dengan hashtag #BooksAreEssential. Sampul majalah ini dibuat oleh ilustrator Finlandia, Pirita Tolvanen, menunjukkan seorang pembaca yang memegang buku di hadapannya seperti masker. Punggung buku menunjukkan judul: A Novel Coronavirus.
Kampanye ini ingin menekankan bahwa di tengah suasana ini, buku juga menjadi penyelamat. Jim Milliot, direktur editorial Publishers Weekly: “We’re asking everyone to stand up and say, ‘Yes, books are essential to my life.’”
Bagi saya, ya. Buku adalah sesuatu yang esensial dalam hidup saya. Di rumah dan kantor, saya dikelilingi buku. Sejak kecil sa…

Bincang Buku-buku Karen Armstrong

Image
Kita mengenal Karen Armstrong melalui buku-bukunya, yang paling terkenal di antaranya adalah Sejarah Tuhan (1993). Karen, yang pernah diundang ke Indonesia oleh Penerbit Mizan pada 2013, secara konsisten menulis buku-buku bertema sejarah agama, perbandingan agama, sering diminta menjadi komentator masalah-masalah agama dalam kaitannya dengan berbagai peristiwa dalam perkembangan politik internasional.Harian Washington Post menyebut Karen sebagai "sejarawan agama terkemuka dan paling produktif menulis". Encyclopedia of Islam (Encyclopedia of World Religions) (2009), memasukkan Armstrong dalam kelompok sarjana terkini yang menyampaikan pandangan "kurang lebih objektif" tentang Islam dan asal-usulnya kepada publik luas di Eropa dan Amerika Utara. Setelah 11 September, dia sering diminta untuk memberikan kuliah dan menyerukan dialog antaragama.Buku-buku Karen Armstrong menjadi topik perbincangan di acara Live IG @mizanpublishing pada Kamis, 16 April 2020, bersama saya …