Posts

Showing posts with the label foto

Spice Souk di Hari Bendera

Image
Spice Souk adalah pasar tradisional yang berlokasi di wilayah Deira, sebelah timur kota Dubai. Sesuai namanya, salah satu pasar tertua di Dubai ini menjual bermacam-macam rempah dan herbal yang banyak digunakan dalam masakan Arab dan Asia selatan, minyak wangi,  barang kerajinan, tekstil dan suvenir. 



Tempat yang sangat fotogenik. Di depan dan di dalam toko rapi berjejer karung-karung plastik berisi tumpukan warna-warni biji pala, safron, kayu manis, pistachio, kacang-kacangan. Kosakata saya terbatas untuk menyebut semua jenis rempah yang tersedia di sini. Bahkan beberapa di antaranya bisa jadi baru untuk pertama kali saya lihat.



Hari itu, 2 November 2017, pasar penuh hiasan bendera berwarna hijau, merah, putih dan hitam, karena saya berkunjung tepat sehari menjelang Hari Bendera Uni Emirat Arab. Sejak 2004, tanggal 3 November diperingati sebagai UAE Flag Day untuk menghormati perjuangan dua bersaudara pendiri negara itu, Syekh Zayed dan Syekh Rashid.


Bendera-bendera kecil digantung…

Caio Mario Garubba dan Mei Mei

Image
Pada bulan ini saya mendapatkan dua buku foto tentang Cina dalam waktu berdekatan. Yang pertama adalah Il Cinesi Nel 1959 karya Caio Mario Garruba, yang kedua Mei Mei Little Sister: Portraits From a Chinese Orphanage karya Richard Bowen.



Cina tahun 1959 adalah negara yang sedang bergumul dengan revolusi di bawah pimpinan Mao. Sulit diakses orang luar, tak banyak yang bisa melihat negeri itu dari dalam. Foto-foto Caio adalah di antara yang pertama mendapat kesempatan langka berada di tengah masyarakat Tiongkok pada masa-masa itu.

Banyak foto diambil di Lapangan Tiananmen Beijing, pelabuhan Shanghai, rekaman aktivitas masyarakat di Wuhan, Nanjing, Chongqing, dan beberapa tempat yang tak diidentifikasi. Tiongkok tergambar di buku foto ini sebagai tempat penuh massa, bergerak dalam ritme massal, kuat dalam tradisi, seni, dan ragam aktivitas pekerjaan.



Richard Bowen memotret anak-anak yatim Cina di 15 panti asuhan. Sejak kebijakan satu anak diberlakukan dengan ketat di Cina, panti-panti as…

Komunitas Reptil Bandung

Image
Bandung  menyandang gelar kota kreatif. Salah satu cirinya adalah keberadaan berbagai wadah untuk menampung segala macam aktivtas yang menarik warganya. Hari minggu yang lalu, di Taman Cilaki, saya melihat salah satu komunitas unik yang berkumpul di sana untuk menyalurkan hobi mereka yang bagi saya tidak biasa: memelihara reptil. Ular, buaya, biawak, beragam bunglon, juga kura-kura. Anak-anak muda yang tergabung dalam wadah ini punya misi meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya reptil dan ekosistemnya, menentang eksploitasi reptil untuk kepentingan bisnis, memperkenalkan reptil kepada anak-anak/ Berikut beberapa foto kegiatan mereka waktu itu.












Kebun Bibit di Maribaya

Image
Desa Maribaya di Lembang, terkenal akan usaha pembibitan tanamannya. Kebanyakan pekerja di kebun-kebun ini adalah ibu-ibu, mereka sangat sigap dan terampil mengembangkan bibit tanaman terutama sayuran, memasok bibit ke kebun-kebun sayuran di berbagai wilayah, bukan hanya di sekitar Lembang  tetapi hingga Jakarta dan Jawa Tengah. Mari sejenak kita tengok kegiatan mereka melalui foto-foto ini.





Moments of Mindfulness (Danielle & Olivier Föllmi)

Image
Lima buku cantik ini adalah karya kolaborasi Daniela dan Olivier Föllmi. Kelimanya seperti pil penyegar buat saya. Saya sering membuka-buka buku ini secara acak sewaktu-waktu. Kadang saya membukanya untuk menikmati teksnya saja, kadang hanya untuk menikmati fotonya. Baik teks maupun fotonya seperti berbicara kepada saya dengan pesan dan kesan berbeda setiap kali, tergantung suasana hati dan pikiran saat membukanya.

Masing-masing buku dalam serial ini menyandingkan satu foto karya Olivier Föllmi dengan sepenggal teks kutipan sarat makna pilihan istrinya, Daniela. Foto dan teks memiliki tema selaras, dikelompokkan ke dalam lima tema: African Wisdom, Buddhist Offerings, Indian Wisdom, Latin Spirit, dan The Wisdom of Asia.


Setelah sekian bulan menikmatinya, saya bisa merasakan bahwa tiga di antara lima jliid buku ini lebih dekat di hati Föllmi dibanding dua lainnya. Foto-fotonya tampak lebih kuat, teks-teks pilihannya berisi lebih dahsyat. Pilihan dan urutan foto dan teks terasa digarap …

Gypsies (Josef Koudelka)

Image
Buku ini menampilkan foto-foto yang diambil Josef Koudelka antara 1962-1971 di tanah kelahirannya Czechoslovakia dan di pedesaan Romania, Hungaria, Prancis dan Spanyol. Subjek utamanya adalah orang-orang Gypsi Romani. Disebut sebagai adikarya fotografer terhebat abad ini, perlu waktu lama bagi saya untuk "berani" menulis ulasannya di sini. Jadi agak naif untuk mengklaim ulasan ini memberi analisis mendalam atas karya tersebut. Ini sekadar apresiasi personal seorang pembelajar. ^_^

Yang menarik tentang kaum Gypsi Roma bagi Koudelka adalah gaya hidup mereka yang nomadik, wajah mereka yang dramatik. Dia juga tertarik pada musik dan budaya orang Gypsi. Setiap musim panas sepanjang hampir sepuluh tahun tersebut, Koudelka mendatangi mereka, hidup di tengah mereka, berbaur dan menjadi bagian dari komunitas ini.
Gypsies dibuka dengan menampilkan foto seorang pria sedang bersandar di dinding luar sebuah bangunan. Posenya terbaca seolah sedang mempersilakan seorang yang tak dikenal un…

Vivian Maier: Street Photographer (John Maloof)

Image
Penemuan anumerta koleksi foto jalanan milik Vivian Maier adalah sebuah cerita penting dalam sejarah fotografi. Terbilang istimewa bukan hanya karena foto-fotonya baru terungkap setelah pemotretnya wafat, namun juga karena sosok unik sang fotografer.

Vivian Maier (1926-2009) bekerja sebagai pengasuh anak di Chicago. Dia memanfaatkan waktu senggangnya untuk memotret. Objek yang menarik perhatiannya adalah adegan-adegan keseharian yang ditemukannya di jalanan barat daya kota Chicago. Bukan hanya orang, Vivian Maier juga menaruh perhatian pada detail-detail tak bergerak sepanjang pelataran kota.

Dia memotret dari tahun 1950-an sampai akhir 1990-an. Tapi sepanjang hidupnya, dia tak pernah mencuci film jepretan kameranya. Dia tak pernah melihat (dan memperlihatkan) hasil jepretannya kepada siapa pun. DIa memotret hanya untuk kesenangan sendiri. Semua gulungan filmnya hanya disimpan. Jumlah film negatif yang dihasilkannya mencapai lebih dari 100,000 lembar.

Tumpukan koleksi  film itu akhir…

Kampungku Indonesia: Dari Buku ke Gerakan Sosial

Image
Penggusuran kerap menjadi jalan pintas yang terpaksa diambil pemerintah dalam penataan pembangunan kota. Menurut catatan LBH Jakarta, selama tahun 2015 Pemerintah Provinsi Jakarta telah melakukan 113 kali penggusuran dan ada 325 titik dalam rencana penggusuran di tahun berikutnya. Bersama penggusuran-penggusuran itu, satu per satu kampung lama lenyap. Satu per satu memori tentang kehidupan kampung tenggelam menjadi masa lalu.

Cemas melihat kecepatan laju lenyapnya kampung-kampung ini, Stefano Romano, fotografer italia yang kepincut suasana kehidupan kampung-kampung Indonesia, tergerak untuk mengabadikan memori tersebut. Dia ingin melakukan bagi kampung-kampung Indonesia apa yang telah dilakukan oleh fotografer Sebastian Salgado di Jakarta pada tahun 1996: merekam bagaimana gelombang baru orang kaya kota menghapuskan keberadaan kampung-kampung.
Fotografi adalah testimoni, katanya. Dengan fotografi kita mendorong orang-orang untuk melihat. Dia ingin kenangan tentang kehidupan di kampu…