Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Dua Kota Suci dalam Lensa Kazuyoshi Nomachi

Gambar
  Mecca the Blessed, Medina the Radiant: The Holiest Cities of Islam by by Ali Kazuyoshi Nomachi (Photographer), Seyyed Hossein Nasr Ph.D. (Introduction), Aperture (1997), 192 p Ketika pertama kali terbit pada 1997, buku ini merupakan eksplorasi fotografi yang belum pernah ada atas kota-kota paling suci Islam dan aktivitas haji yang berlangsung di sana, membukakan akses visual ke situs-situs tersuci salah satu agama besar dunia, yang dianut oleh seperempat populasi dunia. Fotografer Ali Kazuyoshi Namachi, seorang mualaf Muslim dari Jepang, mendapat dukungan penuh dari otoritas Arab Saudi untuk memotret di tempat-tempat di mana fotografi dikontrol secara ketat dan tidak diperbolehkan bagi oleh non-Muslim.

"Gods I've Seen": Jelajah Religi Hindu

Gambar
(c) Phaidon Buku ini merupakan salah satu dari rangkaian buku-foto Abbas tentang agama-agama besar dunia. Dalam buku ini Abbas yang menampilkan unsur-unsur ritual agama seperti angin, air, tanah, dan api, sihir, spiritualisme hewan--untuk mengeksplorasi misteri agama Hindu. 

Sebut Nama Penerjemah di Kover

Gambar
  Mencantumkan nama penerjemah di sampul depan buku masih belum jadi kebiasaan di kalangan para penerbit. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain. Yang konsisten melakukan itu di sini antara lain adalah Moooi Pustaka , sebuah penerbit yang bermarkas di Yogyakarta.  Moooi Pustaka yang didirikan pada 2018, menerjemahkan karya sastra ke dalam bahasa Indonesia dari bahasa aslinya. Debut pertama mereka adalah buku terjemahan Jepang, Angsa Liar karya Mori Ogai yang diterjemahkan oleh Ribeka Ota . Tiga belas buku yang telah diterbitkan Moooi sejak itu, semuanya mencantumkan nama penerjemah di sampul depan.