Wajah Kobayashi-sensei itu sangat teatrikal. Dia suka memainkan mimik untuk menyampaikan maksud yang lebih dalam dari yang diucapkannya. Entah maksud itu sampai atau tidak, sama dengan yang ada di benaknya atau tidak, dia tidak terlalu peduli. Dia sering melakukan itu, menelengkan kepala, bibir bawahnya mengembang dan mengatup, matanya memejam, dan ketika kembali membuka, arah sorot matanya berbeda dari yang sebelumnya.

Comments

Popular posts from this blog

Atonement (Novel)

Bincang Buku-buku Karen Armstrong

The Bone Collector (1999)