Aplikasi Visa Jerman? Nggak Ribet!


Dalam persiapan mengurus visa jerman, saya sangat banyak terbantu oleh serpihan catatan para blogger-traveler yang berserakan di web. Pengalaman dan cerita mereka meninggalkan berbagai kesan, ada yang bikin lega karena mereka menjalani proses yang mudah dan cepat, ada yang bikin waswas karena penulis blognya mendapat macam-macam rintangan, bahkan gagal dapat visa. 

Saya ingin membalas kebaikan itu dengan membagi pengalaman saya sendiri, menambahi sedikit referensi buat siapa pun yang mungkin membutuhkannya. Siapa tahu pencarian dengan keywords visa jerman di google mengantarkan anda singgah di blog ini. 

Kesan pertama: mengurus visa schengen melalui kedutaan Jerman lebih sulit dibanding melalui kedutaan negara lain dalam kelompok negara schengen. Lebih ketat dan ribet. Kalau mau lebih mudah, banyak yang menyarankan untuk mencoba lewat kedutaan Belanda--mungkin karena Indonesia bekas negara jajahan Belanda sehingga diberi kemudahan. Tapi itu berarti tiket pesawat yang dipesan juga harus melalui airport di Belanda terlebih dahulu. Tujuan saya ke Frankfurt, dan tidak akan mampir ke negara lain. Jadi tak ada pilihan buat saya selain melalui kedutaan Jerman.

Mengurus visa memang lebih mudah melalui biro perjalanan. Tetapi untuk visa Jerman, walaupun melalui biro travel, pelamar harus tetap datang langsung ke kedutaan untuk menyerahkan form dan kelengkapan aplikasi. Biro travel hanya berperan sebagai perantara, untuk memeriksa kelengkapan syarat, mendapatkan bukti pemesanan tiket dan beli polis asuransi perjalanan, dan mengambilkan paspor ke kedutaan saat visa sudah diperoleh. Saya menggunakan jasa Vayatour Bandung. Asuransi perjalanan dari Mega Bank bisa dibeli di biro perjalanan itu dengan harga 17 euro.

Foto. Ada kriteria khusus tentang foto yang dapat diterima untuk membuat visa schengen. Wajah close-up mencapai porsi 75% dari pasfoto tersebut. Latar belakang putih.  Untuk yang berkerudung, jangan ada bagian wajah yang tertutup bayangan kerudung, biasanya bagian dahi. Biasanya studio foto tertentu sudah mengetahui persyaratan ini, sebutkan saja bahwa keperluan pasfoto ini adalah untuk visa schengen.

Bukti reservasi hotel harus langsung dari hotel tempat kita akan menginap. Bukti reservasi dari pihak ketiga semacam booking.comagoda.comwego.com dan lain-lain, tidak laku. Ini cukup merepotkan, karena dalam pengalaman saya mengajukan aplikasi visa Korea, bukti reservasi hotel dari booking.com sama sekali tidak dipermasalahkan. Jadi untuk visa Jerman, lebih baik pesan hotel dari situs web hotelnya langsung. 

Untuk visa bisnis, selain harus dilengkapi surat sponsorship dari perusahaan dan fotokopi SIUP, juga perlu print-out rekening koran tiga bulan terakhir.  Undangan dari pihak Jerman mutlak  diperlukan. Dalam kasus saya, undangan untuk aplikasi visa dan tanda tiket masuk diperoleh dari situs Frankfurt Book Fair.

Setelah semua syarat aplikasi lengkap, pelamar harus mendapatkan jadwal penyerahan berkasnya dengan mendaftar di situs kedubes jerman jaka.diplo.de. Datanglah 15 menit sebelum jadwal itu, karena pemeriksaan sekuriti di gerbang kedubesnya cukup ketat.

Di loket penyerahan berkas akan ada sedikit tanya jawab tentang tujuan kunjungan, berapa lama, siapa yang membiayai, dan apakah pernah ke negara-negara schengen sebelumnya. Proses pemeriksaan berkas tidak membutuhkan waktu lama, jika semua formulir lengkap dan sudah ditandatangani. Jadi, akan sia-sia datang ke sana kalau ada satu saja butir persyaratan aplikasi tidak memenuhi syarat. Di sinilah peran agen biro travel sangat membantu: proses aplikasi jadi lebih efisien, meski ada biaya tambahan dibanding mengurusnya sendiri.

Kurang dari lima belas menit, saya sudah mendapatkan tanda terima dan jadwal pengambilan visa. Visa dapat diambil dalam waktu tiga hari kerja sejak penyerahan berkas. Biaya pengurusan visa 60 euro atau setara 720 ribu rupiah.

Secara keseluruhan cukup mudah dan lancar, meskipun memang sangat ketat dan cermat dalam soal  kelengkapan berkasnya. Demikian pengalaman saya, semoga catatan ini bermanfaat dan memberi keyakinan kepada Anda bahwa aplikasi visa Jerman itu tidak ribet.

Comments

  1. wah bermanfaat sekali. saya ingin kapan-kapan ke frankfurt. sekarang baru nyicil bikin akun di webnya hihi...
    oya kalau di form invitation letter untuk pengajuan visa, ada pilihan
    no Schengen-Visa or older than 2 year
    dan Schengen-Visa within last 2 years
    pilih yg mana? yg pertama ya, Mbak?
    makasih

    Meta

    ReplyDelete
  2. kalau pernah mendapat visa schengen dalam dua tahun terakhir, pilih yes.

    ReplyDelete
  3. Mohon info...u-jasa pengurusan via travel biasanya kena biaya berapa ya?

    ReplyDelete
  4. Untuk jasa biro travel, berkisar 200 ribuan

    ReplyDelete
  5. Mba,
    Bagaimana cara membuar Remonstrance Letter, isiny seperti apa? Kapan saya bisa mengajukan Visa setelah ditolak dengan membawa Surat remonstrasi tsb? alasan ditolak karena dikhawatirkan saya tidak akan kembali. Lalu dokumen apa yang bisa saya lampirkan untuk menjamin kalau saya akan kembali FYI saya belum punya tanah, mobil dan rumah. Dan kalau saya tidak bekerja lagi karena visa yg saya apply bulan januari 2013 ini visa kunjungan. Semua dokumen sudah komplit, mba. Terima kasih, Mba mohon penjelsannya.
    Anastasya

    ReplyDelete
  6. Saya tidak punya info utk masalah remonstrance letter.

    ReplyDelete
  7. Dear mba yuli..
    Saya elli..sy ingin berkunjung ke stuttgart jerman juni bsk. Pk visa turis dan stay sktr 2bulan. Sy pny temen asli jerman yg dl pernah study di ugm yogyakarta tp tdk mau merepotkan dia. Trus apa syarat2(keuangan) dan dokumen serta booking tiket hotel dan pesawatnya. Posisi sy msh bekerja di salah satu PMA. Dan mengingat sy blm prnh ke luar negeri maka sy mohon petunjuknya..makasih

    ReplyDelete
  8. Kalau bisa mendapatkan undangan dari teman yang asli jerman, akan sangat membantu memudahkan proses mendapatkan visa Jerman.

    ReplyDelete
  9. itu artinya dia bakal tanggung akomodasi selama tinggal disana mba?berapa min deposit yg harus saya punya mba?klo urus sendiri tp tetap dapat invitation letter dari dia bisakah?

    ReplyDelete
  10. Undangan hanya sebagai syarat saja, tidak berarti akomodasi jadi tanggungan pengundang.

    ReplyDelete
  11. hi ak kan mau buat visa jerman dan rekening koran ku itu punya mama ku dan mesti buat surat penjamin, buat surat penjaminnya gimana ya? thanks

    ReplyDelete
  12. invitation letter harus bentuk asli atau bisa kirim via email atau fax??

    ReplyDelete
  13. Kedutaan yg didatangi harus kedutaan Jerman yg di Jakarta atau bisa dimana saja, saya tinggal di jatim sehingga lebih dekat ke kedutaan jerman di surabaya

    ReplyDelete
  14. Setahu saya, klw undangan yg sekaligus menanggung secara financial, maka si pengundang harus datang ke auslaenderamt/behoerde utk menyatakan bonafiditasnya, lalu hasilnya dikirimkan by email kpd yg diundang sbg bukti utk mendpkn visa saat mengajukan di Kedubes Jerman.Tp klw financial ditanggung sendiri oleh pengunjung maka surat undangan boleh dibikin surat undangan biasa.dan yg diundang harus menunjukkn Bukti booking hotel.

    ReplyDelete
  15. hii mbak july,
    kira-kira berapa lama, sejak pengajuan sampai visa keluar? aku rencana mau ke Munchen. terus, untuk syarat keuangan. kita harus punya uang minimal berapa sebagai pegangan selama kita disana? apakah kita harus punya asuransi kesehatan juga?
    saya soalnya belum pernah ke Jerman sebelumnya. jadi agak bingung.
    ditunggu jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekitar seminggu saja sdh keluar. syarat bukti keuangan minimal 50 jt. minimal uang slama di sana tergantung lama kunjungan. good luck!

      Delete
  16. maaf mba, klo untuk wawancaranya pakai bahasa indonesia, inggris atau jerman?? Makasih mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake bahasa Indonesia, karena petugas loketnya orang Indonesia.

      Delete
    2. Terimakasih mba,
      oya mba, klo saya kan hanya seminggu, untuk presentasi ilmiah di hohenheim university, stuttgart. apakah syarat uang minimal di tabungan harus minimal 50 jta?? sedangkan saya masih menunggu dana dari kampus, dikti dan sponsor mba,
      Terimakasih.

      Delete

Popular posts from this blog

Atonement (Novel)

Bincang Buku-buku Karen Armstrong

The Bone Collector (1999)