bukan cuma sekali saya mengalami ini, lupa ide yang kemarin terlintas. waktu itu saya merasa betapa terlalu jelas dan logisnya apa yang terlintas itu sehingga sampai kapan pun rasanya saya akan tetap ingat.

saya tidak bisa segera mencatatnya ketika itu karena saya sedang melakukan pekerjaan lain. saya berniat akan mencatatnya nanti, atau bahkan sengaja menyisakannya untuk dituliskan pada jam menulis. tapi rupanya yang saya ingat hanyalah bahwa saya sempat punya ide tapi tidak ingat apa isi ide itu.

saya belum jera juga mempercayai ingatan yang sudah berkali-kali mengecewakan saya. saya mesti mencatatnya seketika, betapa pun remeh. makanya anne tyler, margaret chittenden, anne lamott menyediakan kertas indeks dan pulpen di mana pun dalam rumah mereka dan membawanya ke mana pun mereka pergi. begitu terlintas, mereka cukup naif untuk menganggapnya penting dan mencatatnya saat itu juga. ternyata saya masih belum mengambil pelajaran ini setelah tersandung puluhan kali.

Comments

Artikel Baru

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Kafka di Tengah Hujan Badai

Momen Serendipitas