jika saya punya kesibukan yang saya rasa akan mengantar saya pada apa yang saya tuju, saya tiba-tiba merasa waktu menjadi panjang, kesempatan masih akan datang dan segala kekhawatiran tentang waktu yang cepat berlari menjadi pupus. jika waktu tidak diisi dengan kegiatan yang sesuai dengan cita-cita kita, waktu akan terasa kurang, cepat berlalu dan sempit. segala harus diburu-buru. seperti ingin segera membuktikan sesuatu pada dunia, padahal untuk itu dibutuhkan proses memasak yang lama dan lambat.
Lima Sastra Klasik Indonesia Pilihan Saya
"Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!" (Najwa Shihab) Picture credit: Boggy/Canva Klasik mungkin berarti tua, tapi klasik tidak hanya soal usia. Novel klasik bisa jadi novel tua, tapi bukan usia belaka penentunya. Meski tua, ia diingat sepanjang masa. Karena ada juga novel sezamannya yang tak berbekas dalam ingatan kita. Novel-novel yang lenyap ditelan waktu. Tapi novel klasik tidak begitu. Ada banyak alasan sebuah novel disebut klasik. Buat saya yang utama, tokohnya mudah diingat, ceritanya mudah melekat. Nama-nama mereka menghuni pikiran kita, apa yang mereka alami ikut memperkaya pengalaman kita. Begitu rasanya ketika selesai baca To Kill a Mockingbird , misalnya. Saya ingat Scout, Jem, Atticus Finch dan Boo Radley, seolah-olah mereka orang sekampung saya. Juga setelah beres baca Ronggeng Dukuh Paruk , Srintil dan Rasus terasa sama dekatnya dengan anak-anak tetangga. Kisah-kisah mereka menyingkapkan bag...
Komentar
Posting Komentar