kalau saya melihat ke belakang, pada apa-apa yang saya kerjakan dan sikap kerja saya, saya akan mendapatkan dengan mudah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa saya bukanlah seorang yang konsisten. saya tidak cukup tekun mengejar sebuah tujuan. misalnya, saya pernah membaca habis buku kumpulan kolom quindlen. pada saat itu saya berniat akan belajar menulis kolom dengan mempelajari gayanya menulis. saya pernah mencatat tema-tema yang ingin saya tulis, saya menyebut saat itu sebagai saat yang penuh ide. tapi waktu berlalu dan ketertarikan saya berubah. tak satu pun yang ada didaftar itu berujud lebih jauh dari satu dua frasa.

bukti lain yang adalah tumpukan print-out halaman web yang memenuhi rak buku saya. aesop fables, kumpulan kasus-kasus dilematis dari ethics institute, majalah time, fotokopian the palace thief dan artikel dari the guardian. semangat besar yang diredam oleh keterbatasan--waktu, kemauan, kemampuan.

saya tidak konsisten mewujudkan keinginan. tidak tekun belajar. perhatian saya mudah berpindah, tidak dalam. barangkali saya masih ragu tentang apa yang sebenarnya saya inginkan, tapi waktu yang terus berjalan sebenarnya menuntut saya untuk segera memilih, apa yang sesungguhnya ingin saya tekuni. saya takkan bisa memetik buah jika tak kunjung mulai menanam.

Comments

Artikel Baru

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Kafka di Tengah Hujan Badai

Momen Serendipitas