sebelum tidur kemarin malam, saya mencatat apa yang saya pikir perlu saya kerjakan pagi ini. saya merasa itu sebuah langkah yang membuat saya bersemangat bangun pagi. saya tidak lagi membuat alasan di saat jeda antara kantuk dan jaga untuk meneruskan sedikit lagi tidur saya. saya tidak menyediakan diri untuk keraguan itu karena sebelum tidur saya sudah menetapkan apa yang akan saya kerjakan. saya akan mencoba cara ini setiap malam. akan saya sediakan kertas dan pena di samping tempat tidur, dan saya catat apa yang saya harus kerjakan besok pagi agar semangat saya tetap terjaga.
Lima Sastra Klasik Indonesia Pilihan Saya
"Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!" (Najwa Shihab) Picture credit: Boggy/Canva Klasik mungkin berarti tua, tapi klasik tidak hanya soal usia. Novel klasik bisa jadi novel tua, tapi bukan usia belaka penentunya. Meski tua, ia diingat sepanjang masa. Karena ada juga novel sezamannya yang tak berbekas dalam ingatan kita. Novel-novel yang lenyap ditelan waktu. Tapi novel klasik tidak begitu. Ada banyak alasan sebuah novel disebut klasik. Buat saya yang utama, tokohnya mudah diingat, ceritanya mudah melekat. Nama-nama mereka menghuni pikiran kita, apa yang mereka alami ikut memperkaya pengalaman kita. Begitu rasanya ketika selesai baca To Kill a Mockingbird , misalnya. Saya ingat Scout, Jem, Atticus Finch dan Boo Radley, seolah-olah mereka orang sekampung saya. Juga setelah beres baca Ronggeng Dukuh Paruk , Srintil dan Rasus terasa sama dekatnya dengan anak-anak tetangga. Kisah-kisah mereka menyingkapkan bag...
Komentar
Posting Komentar