Motivasi


Motivasi adalah sebuah pertanyaan besar ketika kita ingin menumbuhkan sebuah kebiasaan. Tanpa motivasi apa yang kita lakukan dengan bersemangat pada awalnya lama-kelamaan terasa seperti tidak bertujuan. Pelan-pelan berbagai alasan akan muncul untuk menunda-nunda, mengelak, menghindar, dan akhirnya meninggalkan kebiasaan itu sama sekali.

Pertanyaan tentang itu kadang muncul dalam diriku saat akan berlatih menulis. Menulis adalah pekerjaan yang paling gampang ditangguhkan. Karena memulainya terasa berat dan sulit, meski ketika sudah dimulai semua kesulitan lenyap dan kadang malah susah untuk berhenti.

Dalam menulis, aku sudah menyingkirkan semua motivasi yang terkait dengan publikasi dan komersialisasi. Pada tingkatan yang paling mendasar, menulis bagiku adalah penyaluran energi kreatif, suatu kebutuhan yang kadang muncul dengan sendirinya. Kebutuhan untuk mengungkapkan diri, untuk mencipta.

Kemudian, aku juga suka menulis karena sangat menikmati membaca tulisan yang baik, yang berhasil menggugah perasaan, membangkitkan semangat, memberi kesenangan pengetahuan perenungan. Membaca tulisan yang seperti itu selalu membangkitkan 'rasa cemburu' untuk mampu menulis sebaik itu. Ingin bisa mengungkapkan gagasan sejernih itu, meramu cerita yang sedemikian memikat. Jelas, tak mungkin kemampuan itu bisa diraih dalam sekejap kalau seseorang tidak terbiasa menulis, dilatih dan diasah.

Itulah motivasiku. Namun kadang naik-turun kehidupan sehari-hari membuat pandangan terkaburkan. Apalagi ketika kesibukan dan keletihan mendera, dan tambahan satu kegiatan ini terasa seperti kerepotan yang dibuat-buat. Di sinilah keteguhan motivasi diperlukan untuk mampu tetap konsisten di jalan itu. Aku bersyukur ada seorang sahabat yang dapat menyertaiku berlatih dan menjaga motivasi ini. Semoga dia juga bisa menjaga motivasinya dan tetap mendapati kegiatan ini sebagai sebuah kesenangan.

(Pernahkah pertanyaan tentang motivasi menghampirimu?)

(sumber foto: img.photobucket.com/albums/v238/jstealth07)

Comments

Artikel Baru

Nengsih: Kisah Lara dari Cimenyan

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Momen Serendipitas