Hari Buku Foto Sedunia 2020

Friction Tokyo Street




Tanggal 14 Oktober diperingati sebagai Hari Buku Foto Dunia, terkait penerbitan karya Anna Atkins "Photographs of British Algae: Cyanotype Impressions" pada 1843, yang disebut sebagai buku fotografi pertama yang pernah dibuat. 

Tahun ini adalah perayaan ke-177 tahun sejak buku tersebut dikoleksi oleh British Museum. Katalog British Library untuk buku ini mencantumkan deskripsi:

"Buku pertama dengan ilustrasi fotografis cyanotype ini merupakan salah satu batu loncatan terpenting dalam perkembangan sejarah fotografi."


Bagi saya buku foto, sebagaimana buku-buku lainnya, adalah medium untuk menjangkau emosi yang tersimpan di dalam diri. Lewat buku foto, emosi itu terbangkitkan melalui apa yang terlihat di mata. Jika narasi dalam novel membangkitkan kepekaan melalui alur cerita dan keindahan verbal, narasi dalam buku foto terbangun melalui rekaman momen, ekspresi, urutan gambar. Tak perlu banyak kata. Kedalaman makna tercapai dalam cara yang berbeda.

Di antara buku foto terakhir yang saya koleksi adalah Friction/Tokyo Street karya Tatsuo Suzuki. Buku ini membawa kita ke jalanan megapolitan Tokyo yang penuh manusia dalam ragam tekstur dan cerita. Dicetak oleh Steidl yang disebut-sebut sebagai penerbit dan percetakan buku foto terbaik di dunia, menikmati buku ini bukan hanya untuk mengagumi tayangan visualnya, tapi juga kualitas fisik dan perhatian pada detail yang membuatnya sebuah buku yang indah dan berharga.



Hari ini adalah hari untuk menunjukkan dukungan pada buku foto, dengan membacanya, menceritakannya, membelinya, dan membagikan kegembiraan menikmatinya. 



Versi Inggris

Comments

Artikel Baru

Dua Bulan di Langit 1Q84

Dilema Schadenfreude

Nengsih: Kisah Lara dari Cimenyan