Membaca Operating Iinstruction membuat saya ingin menulis jurnal untuk Hanifa dengan cara yang humoris dan penuh perhatian seperti Anne Lamott di buku itu. Pengalaman Anne dengan anaknya mengabadi dengan buku itu, seperti kembali berlangsung di saat ini. Saya menyesal tidak mencatat perkembangan yang begitu cepat dalam tahun pertama Hanifa. Saya sempat membuat catatan yang berserakan tentang kebisaan terbaru yang diraihnya dari waktu ke waktu. Kapan dia pertama kali makan makanan tambahan, kapan pertama kali duduk, berdiri, berjalan. Tapi catatan itu terasa sambil lalu dan tidak sungguh-sungguh.

Catatan dibuat bukan karena ada peristiwa yang menarik, tapi tindakan mencatat itulah yang menciptakan peristiwa menarik. Menulis jurnal harian mendorong untuk mempertajam pandangan menemukan keajaiban dan kebaruan setiap hari dalam hal-hal yang sederhana.

Saya ingin merasakan religiusitas sehari-hari seperti yang dialami Anne Lamott dengan anaknya. Dia begitu spiritual memandang dunia, alam, kejadian sehari-hari. Ketika dia sedang kesulitan uang, dia memohon kepada Tuhan dengan menuliskan persoalannya di atas selembar kertas dan menunggu jawabannya. Dia selalu menyebut Tuhan dalam mengagumi keindahan. Tuhan ada dalam setiap tempat dan di balik setiap peristiwa.
* * *

Perang ini semakin memilukan hati. makin banyak korban sipil, rumah-rumah penduduk hancur. orang kekurangan air, kelaparan, rebutan makanan. Malam ini saya benar-benar meneteskan air mata untuk mereka.

Comments

Artikel Baru

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Kafka di Tengah Hujan Badai

Momen Serendipitas