Ide

Seorang teman menulis tentang ide. Dia memperlakukan ide seperti barang yang bisa ditimang-timang, kemudian dilempar keluar jendela. Tulisannya berjudul, "Wahai Ide, Keluarlah Kau dari Gua!" Saya teringat apa yang ditulis Jeff dalam The Writer's Idea Book. Ide tidak bisa dipanggil datang. Dia akan muncul tanpa ditunggu. Hanya dengan banyak menulis orang dapat merasakan ide muncul dalam dirinya. Coba menunggu, dan kau akan menunggu lama sekali. Sampai bosan.

Kadang ide datang pada saat yang tidak diduga. Tadi malam, di tengah tidur yang tak nyenyak, saya mendapat dua ide tulisan. Saya membolak-baliknya dalam pikiran. Mencoba seluruh sudut pandang. Makin saya pikirkan makin membanjir alirannya. Saya takut tidak bisa mengingatnya ketikab bangun besok pagi. Saya harus segera mencatatnya. Kalau saya membiarkannya hanya larut dalam benak, besok pagi ketika bangun, saya hanya ingat pernah mempunyai ide tak tak kunjung bisa menyebutkan apa isinya. Saya akan menyesal. Tapi ide itu terasa begitu kuat dan hebat saat tengah malam itu, saya yakin akan bisa mengingatnya besok pagi. Saya kalah oleh kantuk. Ketika pagi tiba, pendar matahari memutihkan kotak di balik gorden, saya tercenung dengan perasaan pernah memiliki sebuah ide yang fantastis semalam.

Comments

Artikel Baru

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Kafka di Tengah Hujan Badai

Momen Serendipitas