Liburan

Berita utama di koran PR hari minggu kemarin berjudul: "Objek Wisata Padat dan Macet." Sudah pasti, masa liburan begini. Tapi bikin sedikit jeri, ada kesempatan untuk berkunjung, jalan-jalan, tapi di mana-mana macet, berdesak-desakan, membuat kalimat 'there's no place like home' menjadi sangat terasa manisnya. Lalu, mau ngapain selama masa liburan. Masa nggak ke mana-mana.

Oh, siapa yang mendikte kita harus selalu mengaitkan liburan dengan jalan-jalan. Hanya pada waktu liburan? Ayolah, dengan situasi dan fasilitas transportasi dan pariwisata kita yang begini, saya lebih suka untuk bepergian dan jalan-jalan bukan pada masa liburan massal: ambil jeda di tengah semester, pergilah berkunjung ke berbagai objek wisata dengan lebih nyaman (meski minus atraksi yang khusus dimunculkan pada masa liburan).

Dan masa liburan sekolah bisa dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak sempat dilakukan ketika anak-anak sibuk bersekolah: menonton film-film yang terlewat selama enam bulan lalu, menyelesaikan proyek prakarya, menggambar, mencoba resep masakan, menamatkan buku-buku yang belum selesai. Siapkan banyak bahan. Tepung, minyak, garam, dan zat pewarna untuk membuar playdough sendiri. Manik-manik untuk meronce kalung dan gelang. Cat air untuk melukis. Kertas aneka warna dan ukuran untuk digunting, ditempel, dicoret. Koran-koran bekas untuk dijadikan bubur kertas dan dibentuk menjadi patung-patung. Siap-siap untuk kotor dan berantakan karena ini adalah masa membiarkan mereka main sebebasnya. Dan siap-siap tidak punya waktu untuk bekerja.

Oh dear deadline, please spare me!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Atonement (Novel)

Bincang Buku-buku Karen Armstrong

The Bone Collector (1999)