9 Tips Membaca Bersama Anak

Kegiatan membaca di sekolah samin, Odesa, Cimenyan. 29 Mei 2018


Banyak orangtua mengeluhkan susahnya membuat anak mereka gemar membaca, terutama pada anak yang sudah memasuki usia sekolah. Memang, saat terbaik untuk memulai menumbuhkan kebiasaan membaca adalah sejak bayi. Tapi tak ada kata terlambat. Ketika ketersediaan buku bacaan bukan lagi masalah, yang perlu diupayakan orangtua adalah menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca di ruma. Cobakan rangkaian tips berikut, terutama untuk anak yang sudah memasuki usia sekolah:


1. Gabungkan berbagai aktivitas dengan buku
 
Setiap anak punya kesenangan dan hobi berbeda. Mungkin dia suka olahraga, anime, gim, bersepeda, menggambar. Semangati anak untuk membaca buku tentang aktivitas kegemaran mereka, tokoh kartun kesukaan, atlet olahraga pujaan mereka. Menjelang tidur atau saat-saat santai ajak mereka bicara tentang apa yang sudah mereka baca hari ini. 


2. Berkunjung ke perpustakaan 
Jadilah anggota perpustakaan terdekat. Selain menyediakan banyak pilihan buku yang barangkali sudah sulit didapatkan di toko buku, perpustakaan kadang mengadakan acara yang menarik bagi anak. Biarkan mereka memilih sendiri buku yang akan dipinjam. 


3. Membuat jurnal membaca 
Catat pengarang dan buku yang ingin dibaca setiap anak dan beri ruang untuk menuliskan satu atau dua kalimat untuk mengomentari setiap buku. Diari khusus untuk kegiatan itu dapat ditemukan di toko buku. 


4. Membacakan buku untuk anak 
Ayah dan ibu bisa menjadi pendongeng favorit anak. Anak-anak suka dibacakan buku berapa pun umur mereka. Jadikan cerita itu lebih menarik dengan mengimprovisasi suara dan mimik. Dan, sesekali biarkan mereka yang membacakan untuk Anda. 


5. Bikin klub buku 
Bikin klub buku keluarga atau klub buku bersama teman-teman. Anggota klub berkumpul sesekali untuk membicarakan buku yang sudah dibaca bersama. Tanya dan dengarkan pendapat mereka. Bantu mereka menuliskan daftar hal-hal yang akan dibicarakan untuk setiap buku. Jangan lupa sajikan makanan ringan yang seru untuk acara ‘arisan buku’ itu. 


6. Selain buku 
Bukan hanya buku yang bisa dibaca anak untuk bersenang-senang. Berlanggananlah beberapa majalah dengan tema yang digemarinya: sport, kreativitas, games, dll. 


7. Bersikap Fleksibel  
Jangan paksa anak menyelesaikan setiap buku yang sudah mereka mulai baca. Mungkin saja ketertarikannya berpindah ketika sedang membaca satu buku. Biarkan mereka pindah ke buku lain. Hal yang sama tentunya sering Anda alami. Tanyakan apa yang membuat buku itu jadi tidak menarik baginya. Dan beri apresiasi jika mereka bisa menamatkan satu buku. 


8. Beri Teladan
Anak cepat sekali mengambil contoh dari orangtua. Perlihatkan secara sengaja bagaimana Anda juga membaca setiap ada kesempatan. Membaca sambil menunggu dokter, membaca sebelum tidur, membaca ketika televisi dimatikan. Jadikan berbicara tentang buku, tentang pengarang, tentang literatur kegiatan saat santai keluarga yang mengasyikkan. 


9. Bantu anak menemukan waktu untuk membaca 
Ketika merencanakan aktivitas, ingat untuk menyisihkan sebagian waktu untuk membaca. Waktu yang paling fleksibel biasanya adalah sebelum tidur atau dalam perjalanan.


Semoga berhasil dan bermanfaat! 

Comments

Popular posts from this blog

Atonement (Novel)

Melepas 2020

Yusuf Ali: Mufasir yang Terlupakan (Bag. 1)