[Cuplikan] 12 Steps to Compassionate Life by Karen Armstrong

Buku yang sangat mengesankan ini akan diterbitkan Mizan pada akhir tahun 2011. Berbeda dengan buku-buku Karen Armstrong terdahulu, kali ini penulis produktif itu tampil seperti seorang guru bijak spriritual, bukan lagi seorang sejarawan agama-agama.

Agaknya mantan biarawati dan presenter BBC ini tidak lagi dapat menahan daya tarik untuk masuk membenamkan diri ke dalam kolam yang selama ini dia amati dari luar. Berikut empat dari dua belas langkah meditatif yang dianjurkannya  untuk mentransformasi diri kita menjadi individu yang compassionate:


Langkah 1 
Belas kasih menuntut kita untuk membuka hati dan pikiran bagi semua orang lain. Kita harus memiliki "kepedulian untuk semua orang" dan melakukan upaya untuk memperluas kebaikan kita agar menjangkau dunia terjauh.

Dengan membuka diri terhadap tradisi dan agama berbeda dalam pikiran Anda, Anda mulai menghargai persamaan yang ada di antara banyak umat manusia, apa pun budaya dan kepercayaannya. Luangkan diri untuk mencari tahu tentang cara agama lain mengungkapkan etos berbelas kasih.

Anda akan menemukan bahwa ini dengan sendirinya akan memungkinkan Anda memperluas simpati dan mulai menantang beberapa prasangka yang memisahkan kita dari "orang lain".


Langkah 2
Belas kasih dimulai dari rumah. Keluarga adalah sekolah kasih sayang, karena di sinilah kita belajar untuk hidup dengan orang lain.

Kehidupan keluarga melibatkan pengorbanan diri karena setiap hari kita harus mengesampingkan diri sendiri demi mengakomodasi kebutuhan anggota keluarga lainnya; hampir setiap hari ada sesuatu untuk dimaafkan.  Alih-alih melihat ini sebagai menjengkelkan kita harus melihat ketegangan ini sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan transformasi.

Orang yang dibesarkan dalam keluarga disfungsional merasa sulit untuk membuat hubungan yang baik di kemudian hari; mereka bisa memiliki masalah psikologis yang menyebabkan meningkatnya jumlah penderitaan di dunia. Membuat kehidupan keluarga yang penuh kasih adalah salah satu cara bagi kita semua untuk memberi kontribusi konstruktif bagi masyarakat yang lebih empatik di masa depan.


Langkah 3
Perhatikan betapa banyak kedamaian, kebahagiaan, dan kebajikan yang sudah Anda miliki. Buatlah diri Anda sadar betapa Anda membutuhkan dan mendambakan persahabatan penuh kasih. Selanjutnya sadari kemarahan, ketakutan dan kecemasan Anda.

Hadirkan dalam ingatan beberapa penderitaan masa lalu Anda.  Anda rindu untuk terbebas dari penderitaan ini. Anda tidak sendirian, Anda memiliki kelemahan, begitu juga seiap orang lain di planet ini. Anda layak mendapat belas kasih, sukacita dan persahabatan.

Belas kasih merupakan cara yang paling dapat diandalkan untuk menempatkan diri di tempat yang tepat, karena hal itu menuntut kita utuk melengserkan diri dari takhta pusat dunia kita dan menempatkan orang lain di sana.

Dibutuhkan keberanian untuk mengesampingkan diri sendiri. Begitu Anda mulai hidup seolah-olah diri Anda tidak ada, Anada akan merasa lebih bahagia, terbebas dari dukkha yang berasal dari keasyikan berlebihan pada diri sendiri.


Langkah 4
Drama, film dan novel memungkinkan kita untuk masuk secara imajinatif ke dalam kehidupan orang lain dan melakukan identifikasi empatik dengan orang-orang yang pengalamannya sama sekali berbeda dari pengalaman kita sendiri. Drama, film dan novel memberi kita momen-momen ekstasis penuh belas kasih.

Dalam langkah keempat ini cobalah bertekad untuk membiarkan seni mengusik ketenangan kita dan membuat kita mempertanyakan prasangka yang sudah tertanam. Layar yang besar membawa kita dekat dengan tokoh-tokoh dalam cerita sebuah film; kita bisa mendapati diri kita meneteskan air mata, sistem saraf cermin kita menjadi aktif saat kita menyaksikan penderitaan mereka, meskipun pikiran rasional kita mengatakan bahwa penderitaan mereka hanyalah rekaan.

Perhatikan kemarahan yang muncul saat Anda berpikir tentang individu yang tidak Anda sukai. Orang lain menyukainya, sehingga kemungkinan rasa tak suka Anda mungkin di dasarkan pada khayalan-ego. Jika dilakukan dengan tekun langkah ini akan mengembangkan dua kemampuan baru: kemampuan batin untuk memikirkan orang lain dengan cara yang sama seperti ketika Anda memikirkan diri sendiri.

**

Comments

Artikel Baru

Nengsih: Kisah Lara dari Cimenyan

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Momen Serendipitas