Akhirnya ke India

Apa yang kaulihat di jalanan kota New Delhi, Agra, Uttar Pradesh, barangkali tak jauh beda dengan apa yang tampak di Pariaman, Sumedang, Bandung. Yang datang menemuimu siang terik itu barangkali punya cerita yang sama dengan gadis-gadis muda yang terpaksa menjadi ibu ketika usia belum lagi dua dekade.

Tapi tetap engkau termangu sambil matamu membuka lebih awas, kulitmu serasa lebih peka. Udara terasa lebih kental digelayuti masa lalu. Debu yang terhirup seperti membawa cerita eksotis yang tak kaurasakan hadir di tempatmu berasal. Jalanan terasa lebih padat dan sesak dengan kisah dari masa-masa yang panjang. Sementara pikiranmu menjelajah ke dalam memori yang juga tak ingin kaulepaskan.






Comments

Artikel Baru

Jangan Berani Menerjemahkan, Kecuali..

Kafka di Tengah Hujan Badai

Momen Serendipitas