Aleph (Paulo Coelho)



Buku ini berisi omong kosong tentang Aleph, yaitu sesuatu yang terjadi ketika dua orang atau lebih merasakan ketertarikan yang sangat kuat lantaran mereka pernah terhubung di masa lalu. Coelho sepertinya terobsesi dengan hal seperti ini, reinkarnasi, akashic energy, dan yang semacamnya.

Novel keempat belas, terbit pertama kali pada 2011. Konon ini kisah autobiografis, yang dialaminya sendiri dalam perjalanan dengan kereta api Trans-Siberian melintasi Asia pada 2006. Empat tahun mengumpulkan informasi, tiga minggu untuk menuliskannya. Mudah saja bagi seorang penulis macam Coelho.

Konsep besar dengan banyak makna mistis, bagi saya terasa nyaris klise. Dari buku ke buku hampir selalu berulang. Tapi tetap saja saya selalu penasaran buku Coelho berikutnya.

Untungnya saya tidak mesti terlalu peduli soal itu. Karena dalam novel ini saya mendapat keasyikan cerita yang lain. Tentang kegiatan tur bukunya di Rusia, bagaimana agen literer seorang penulis besar menjajaki penjualan rights buku-buku Coelho ke penerbit-penerbit Eropa, bagaimana mereka merancang acara book-signing di kota-kota yang dilalui oleh rute kereta Trans-Siberia.

Buat saya, yang dalam pekerjaan sehari-hari sering berkomunikasi dengan agen-agen semacam itu untuk mendapatkan hak terjemahan novel-novel dunia, tentu saja cerita ini sangat menarik. Lebih menarik dari kisah utama buku tentang Aleph. 

Biarlah cerita dan kata-kata klise, masih ada yang asyik untuk dinikmati dalam novel ini. 

Comments

Popular posts from this blog

Dua Bulan di Langit 1Q84

Atonement (Novel)

Nengsih: Kisah Lara dari Cimenyan